Radio Cirebon Gema Sonata 101 FM

Radio Dangdut Cirebon

Potongan Otak Manusia
Sains

Ilmuwan Terkejut Lihat Potongan Otak Manusia Hidup selama 12 Jam

Potongan Otak Manusia Radio Gema Sonata – NEW YORK, Mempelajari organ terpenting manusia, ilmuwah terkejut melihat kemapuan otak manusia sepanjang satu sentimeter (cm) masih bisa ‘hidup’ setelah disimpan selama 12 jam. Riset ini dillakukan untuk membantu para peneliti menemukan obat dan perawatan baru untuk penyakit mematikan.

Seperti dilansir dari Daily Mail Minggu (28/11/2021), penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Universitas Kopenhagen, mengambil ekstrak dari sepotong jaringan otak dari korteks pasien dan dengan cepat memulai proses baru untuk memastikan ia mampu bertahan.

Tim awalnya mendinginkan jaringan dan memberinya pasokan oksigen untuk menjaga sel tetap hidup sebelum menempatkan sepotong kecil dalam campuran ion dan mineral. Ini adalah zat yang sama yang ditemukan dalam cairan tulang belakang otak.

Peneliti utama Emma Louise Louth mengatakan dia dan timnya mampu menjaga jaringan otak tetap hidup selama 12 jam, memungkinkan penelitian dan eksperimen dilakukan.

Metode sebelumnya hanya bisa dilakukan pada hewan.

“Meminjam analogi dari peneliti lain, tikus dan manusia memiliki fungsi dasar yang sama, tetapi otak manusia lebih kompleks.

Baca Juga : Kutukan Raja Tutankhamun, Berkembang Di Antara Mitos Dan Persaingan Terselubung

Danau Kelimutu Mengering, Begini Penjelasan Balai Taman Nasional

5 Hewan Langka Yang Harus Kamu Lihat Sebelum Punah

Arkeolog Temukan Mumi Berusia 800 Tahun Dengan Tubuh Terikat Di Peru

5 Ikan Terbesar Di Sungai Amazon, Nomor 4 Pernah Meneror Di Waduk Jatiluhur

“Kita juga tahu bahwa ada perbedaan jenis sel dan ekspresi reseptor tertentu. Oleh karena itu, pengujian langsung di jaringan manusia adalah kesempatan unik, ”kata Louth.

Studi ini mengarah pada peluang pengobatan baru, seperti yang terkait dengan pemulihan setelah stroke atau jenis kerusakan otak akut lainnya, di mana pasien kehilangan koneksi sinaptik di otak dan perlu membentuk koneksi baru.

Sumber : https://sains.sindonews.com/

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Open chat
1
Silahkan Tinggalkan Pesan.....
Kami Akan Merespon Anda....