Radio Cirebon Gema Sonata 101 FM

Radio Dangdut Cirebon

Header Ramadhan Gema Sonata
Sains

Fosil Anjing Purba di Jerman, Ungkap Asal Mula Domestikasi Serigala

Gemasonata Sains – Fosil anjing purba yang ditemukan di sebuah gua di barat daya Jerman, mengungkapkan asal mula domestikasi serigala. Fosil-fosil tersebut menunjukkan keberagaman genetik yang mengejutkan para peneliti, mencangkup hampir seluruh domestikasi atau penjinakan anjing, dari serigala liar hingga anjing modern. Dilansir Science Alert, Senin (8/3/2021), para peneliti mengatakan spesimen 60 gigi taring dari fosil-fosil yang ditemukan di antaranya termasuk anjing, serigala dan rubah, usianya lebih tua yakni antara 14.000 – 3.000 tahun yang lalu di Eropa. Terlebih lagi, rekonstruksi genom mitokondria mereka tampaknya cocok dengan variasi kolektif dari hampir semua gigi taring purba yang dianalisis dari wilayah tersebut.

 

Menurut Peneliti, Gua Kecil yang dikenal sebagai Gnirshöhle, berlokasi di wilayah Hegau Jura, yakni tempat dengan banyak gua yang ditempati manusia sekitar 17.000 – 12.000 tahun yang lalu. Kawasan ini juga dikenal sebagai ‘hotspot Magdalenian’, yang merujuk pada budaya Eropa barat kuno pada saat itu. Dengan mempelajari morfologi, genetika, dan isotop dari beberapa tulang fosil anjing purba di Gnirshöhle, para peneliti telah menguak kembali domestikasi hewan di masa lampau. Menjadikannya salah satu koleksi genom anjing terlengkap dalam ruang dan waktu. Sebuah studi yang dilakukan baru-baru ini berfokus pada analisis genom nuklir dari berbagai anjing purba telah menunjukkan asal tulang tunggal anjing modern. Sayangnya, gagal memberikan lokasi geografis untuk peristiwa semacam itu, Peneliti menambahkan, meskipun mereka tidak dapat menjawab pertanyaan tentang singularitas domestikasi hewan, namun hasil studi itu mendukung hipotesis bahwa Hegau Jura adalah pusat potensial dari domestikasi awal serigala Eropa. Lebih lanjut peneliti mengatakan bahwa anjing umumnya dianggap sebagai hewan peliharaan tertua dalam sejarah manusia, tetapi secara detail kapan, di mana dan mengapa penjinakkan itu terjadi masih belum diketahui. Dalam beberapa studi genetik yang belum lama dilakukan juga menunjukkan bahwa anjing dijinakkan sekitar waktu yang sama di Eropa dan Asia, sebelum akhirnya mereka bercampur. Analisis genomik selanjutnya tidak disepakati, karena hanya menunjuk pada satu asal di Eropa. Studi ini tidak lantas dapat mengakhiri perdebatan terkait awal domestikasi hewan pada anjing ini. Akan tetapi, keragaman genetik yang ditemukan di barat daya Jerman ini telah menunjukkan bahwa manusia di sana telah menjinakkan dan memelihara hewan dari berbagai garis keturunan serigala. Fosil anjing tertua yang tak terbantahkan, diyakini berasal dari sekitar 14.000 tahun yang lalu, dengan peninggalan lain yang lebih kontroversial mungkin mendorong 30.000 tahun. Dengan perbedaan antara anjing peliharaan paling awal dan sepupu mereka, serigala, sangat sulit dan agak subjektif, terutama karena transisi ini terjadi secara bertahap. Secara umum, bagaimanapun, diterima bahwa anjing pertama kali muncul sekitar 16.000 tahun yang lalu di Eropa dan Siberia. [Sumber : Kompas.Com]

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Silahkan Tinggalkan Pesan.....
Kami Akan Merespon Anda....