Radio Cirebon Gema Sonata 101 FM

Radio Dangdut Cirebon

Sains

Kenapa Kita Cegukan?

Gema Sonata, Sains – Semua orang pasti pernah mengalami cegukan, salah satu hal yang paling menjengkelkan dan mungkin tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Cegukan umumnya berlangsung selama beberapa menit dan muncul sesaat setelah kita makan terburu-buru atau menelan minuman terlalu cepat.

Proses terjadinya cegukan Dalam penjelasan WebMD, mekanisme cegukan dimulai dari diafragma, yakni otot yang ada di antara paru-paru dan perut. Saat kita bernapas atau menarik napas, diafragma tertarik ke bawah sehinga memungkinkan udara masuk ke paru-paru.

Saat kita menghembuskan napas, diafragma kembari rileks sehingga udara dari paru-paru keluar melalui hidung dan mulut.

Namun saat kita cegukan, diafragma menjadi kejang dan memaksa laring yang berisi pita suara berkontraksi yang pada akhirnya menutup pita suara dan memunculkan bunyi cegukan yang khas.

Selain makan dan minum terburu-buru, hal lain seperti stres, gugup, efek obat tertentu, perubahan suhu udara yang mendadak, dan menelan udara akibat mengunyah permen karet atau minum minuman bersoda, juga bisa memicu cegukan. Cara tradisional yang biasanya dilakukan mengatasi cegukan dan cukup manjur adalah menahan napas atau meniupkan udara ke kantong kertas.

Saat kita melakukannya, CO2 akan menumpuk di paru-paru dan membuat diafragma kembali tenang. Tyler Cymet, kepala sekolah kedokteran di American Association of Colleges of Osteopathic Medicine menghabiskan lima tahun untuk mempelajari cegukan pada 54 pasiennya.

Namun ia tidak menemukan cara mudah mengatasi cegukan. “Saya pikir tidak ada yang bekerja, cegukan tiba-tiba muncul dan berhenti sendiri,” ujarnya kepada Guardian. Melansir IFL Science, Sabtu (9/2/2019), jika Anda cegukan hanya dalam beberapa menit artinya itu masih normal.

Tapi kalau sudah berjam-jam bahkan sampai 48 jam, sebaiknya Anda segera berkonsultasi pada dokter. Ada kemungkinan itu termasuk gejala dari masalah yang lebih serius seperti meningitis, stroke, cedera otak traumatis, atau tumor.

Kasus cegukan kronis Ada juga cegukan kronis, yakni cegukan yang terjadi selama berminggu-minggu, bertahun, atau bahkan puluhan tahun tanpa henti. Ini adalah penyakit yang jarah terjadi. Kasus terburuk yang pernah tercatat dialami oleh Charles Osborne. Dia mengalami cegukan selama 68 tahun, tepatnya 1mulai dari 1922 sampai 1990. Satu tahun kemudian ia meninggal dunia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Misteri Tubuh Manusia, Kenapa Kita Cegukan?”, https://sains.kompas.com/read/2019/02/17/155107023/misteri-tubuh-manusia-kenapa-kita-cegukan
Penulis : Gloria Setyvani Putri
Editor : Gloria Setyvani Putri

(Visited 12 times, 1 visits today)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Silahkan Tinggalkan Pesan.....
Kami Akan Merespon Anda....
Powered by